Sotong Dan Cumi, Bedanya Apa?

Sotong Dan Cumi: Bedanya Apa?

Sotong Dan Cumi: Bedanya Apa?

Sotong Dan Cumi: Bedanya Apa? – Meski sama-sama populer sebagai hidangan laut, cumi dan sotong seringkali dianggap sebagai hewan yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi morfologi, habitat, hingga rasa.

Perbedaan Morfologi

Salah satu perbedaan utama antara cumi dan sotong adalah bentuk tubuhnya. Cumi memiliki bentuk tubuh yang lebih lonjong dan ramping, sedangkan sotong memiliki bentuk tubuh yang lebih lebar dan pipih.

Selain bentuk tubuh, perbedaan juga terlihat pada jumlah tentakel. Cumi memiliki 10 tentakel, sedangkan sotong hanya memiliki 8 tentakel. Dua di antara 8 tentakel sotong digunakan untuk menangkap mangsa, sedangkan enam sisanya digunakan untuk berenang.

Cumi dan sotong juga memiliki sirip yang berbeda. Cumi memiliki dua sirip kecil di bagian kepalanya, sedangkan sotong memiliki sepasang sirip yang memanjang dari leher hingga ujung ekornya. Sirip ini membantu sotong untuk berenang dan menjaga keseimbangan di dalam air.

Perbedaan morfologi lainnya terletak pada tulang. Cumi memiliki tulang berbentuk piala yang terbuat dari kitin, sedangkan sotong memiliki tulang berbentuk pedang yang terbuat dari tulang rawan. Tulang ini berfungsi untuk menopang tubuh dan melindungi organ-organ vital.

Perbedaan Habitat

Cumi dan sotong memiliki habitat yang berbeda. Cumi umumnya ditemukan di laut lepas, sedangkan sotong lebih banyak ditemukan di perairan dangkal seperti pantai, teluk, dan estuari.

Cumi cenderung hidup secara soliter, sedangkan sotong sering bergerombol dalam jumlah besar. Mereka biasanya bersembunyi di bawah batu, karang, atau di dalam pasir.

Perbedaan Rasa

Meskipun sama-sama lezat, cumi dan sotong memiliki rasa yang sedikit berbeda. Daging cumi cenderung lebih manis dan gurih, sedangkan daging sotong memiliki rasa yang lebih asin dan kenyal.

Perbedaan rasa ini disebabkan oleh perbedaan dalam kandungan lemak dan protein. Daging cumi mengandung lebih banyak lemak, sedangkan daging sotong mengandung lebih banyak protein.

Tips Memilih Cumi dan Sotong Segar

Saat memilih cumi dan sotong segar, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Warna: Cumi dan sotong segar memiliki warna kulit yang mengkilap dan cerah. Hindari cumi dan sotong yang berwarna kusam atau kebiruan.
  • Mata: Mata cumi dan sotong segar harus jernih dan bersih. Hindari cumi dan sotong yang matanya keruh atau berwarna merah.
  • Tekstur: Daging cumi dan sotong segar harus terasa kenyal dan padat. Hindari cumi dan sotong yang dagingnya terasa lembek atau berlendir.
  • Aroma: Cumi dan sotong segar memiliki aroma laut yang segar. Hindari cumi dan sotong yang berbau amis atau tengik.

Tips Memasak Cumi dan Sotong

Cumi dan sotong dapat dimasak dengan berbagai cara, seperti digoreng, ditumis, direbus, atau dipanggang. Berikut beberapa tips untuk memasak cumi dan sotong agar empuk dan lezat:

  • Bersihkan terlebih dahulu: Sebelum dimasak, pastikan cumi dan sotong telah dibersihkan dengan benar. Buang mata, tinta, dan tulang rawannya.
  • Potong sesuai selera: Potong cumi dan sotong sesuai dengan selera. Cumi biasanya dipotong menjadi cincin atau irisan, sedangkan sotong biasanya dipotong menjadi potongan yang lebih besar.
  • Marinasi: Agar lebih meresap, marinasi cumi dan sotong dengan bumbu-bumbu pilihan selama beberapa menit sebelum dimasak.
  • Masak dengan api sedang: Masak cumi dan sotong dengan api sedang agar tidak overcooked. Cumi dan sotong yang dimasak terlalu lama akan menjadi alot dan keras.

Demikianlah artikel tentang sotong dan cumi: bedanya apa? Semoga dapat bermanfaat.

Leave a Comment

Index